RESUME 1 : LANDASAN TEORI MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
1.
Pengertian
Multimedia
Media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan
(bahan pembelajaran) sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan
perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran
tertentu. Ada beberapa jenis media pembelajaran yaitu, teks, media audio,
media visual, media proyeksi gerak, dan manusia.
Dalam proses
pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas
pengajaran. Kehadiran media tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan
materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah pada kegiatan pembelajaran.Penggunaan media pembelajaran dapat membantu meningkatkan pemahaman dan
daya serap siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajari. Maka dapat diambil
kesimpulan. manfaat dari penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar
mengajar dapat mengarahkan perhatian siswa sehingga menimbulkan motivasi untuk belajardan
materi yang diajarkan akan lebih jelas, cepat dipahami sehingga dapat
meningkatkan prestasi siswa.
Multimedia diambil dari kata multi dan media. Multi
berarti banyak dan media berarti media atau perantara. Multimedia adalah
gabungan dari beberapa unsur yaitu teks, grafik, suara, video dan animasi yang
menghasilkan presentasi yang menakjubkan. Multimedia juga mempunyai komunikasi
interaktif yang tinggi. Bagi pengguna komputer multimedia dapat diartikan
sebagai informasi komputer yang dapat disajikan melalui audio atau video, teks,
grafik dan animasi.
Multimedia dimanfaatkan juga dalam dunia pendidikan
dan bisnis. Di dunia pendidikan, multimedia digunakan sebagai media pengajaran,
baik dalam kelas maupun secara sendiri-sendiri. Di dunia bisnis, multimedia
digunakan sebagai media profil perusahaan, profil produk, bahkan sebagai media
kios informasi dan pelatihan dalam sistem e-learning.
Pada awalnya multimedia hanya mencakup media yang
menjadi konsumsi indra penglihatan (gambar diam, teks, gambar gerak video, dan
gambar gerak rekaan/animasi), dan konsumsi indra pendengaran (suara). Dalam
perkembangannya multimedia mencakup juga kinetik (gerak) dan bau yang merupakan
konsupsi indra penciuman. Multimedia mulai memasukkan unsur kinetik sejak
diaplikasikan pada pertunjukan film 3 dimensi yang digabungkan dengan gerakan
pada kursi tempat duduk penonton. Kinetik dan film 3 dimensi membangkitkan
sense realistis.
Baru mulai menjadi bagian dari multimedia sejak
ditemukan teknologi reproduksi bau melalui telekomunikasi. Dengan perangkat
input pendeteksi bau, seorang operator dapat mengirimkan hasil digitizing bau
tersebut melalui internet. Komputer penerima harus menyediakan perangkat output
berupa mesin reproduksi bau. Mesin reproduksi bau ini mencampurkan berbagai
jenis bahan bau yang setelah dicampur menghasilkan output berupa bau yang mirip
dengan data yang dikirim dari internet. Dengan menganalogikan dengan printer,
alat ini menjadikan feromon-feromor bau sebagai pengganti tinta. Output bukan
berupa cetakan melainkan aroma (Arfan:2013).
Disini dapat digambarkan bahwa multimedia adalah suatu
kombinasi data atau media untuk menyampaikan suatu informasi sehingga informasi
itu tersaji dengan lebih menarik.
Kategori Multimedia
Multimedia dapat di definisikan menjadi 2 kategori,
yaitu multimedia content production dan multimedia communication dengan
definisi sebagai berikut :
Multimedia Content Production adalah penggunaan dan
pemrosesan beberapa media (teks, audio, graphics, animation, video dan
interactivity) yang berbeda untuk menyampaikan informasi atau menghasilkan
produk multimedia (music, video, film, game, intertaintment, dll.) Atau
penggunaan sejumlah teknologi yang berbeda yang memungkinkan untuk
menggabungkan media (teks, audio, graphics, animation, video, dan
interactivity) dengan cara yang baru untuk tujuan komunikasi. Dalam kategori
ini media yang digunakan adalah :
· media
teks
· media
audio
· media
video
· media
animasi
· media
graph / image
· media
interactivity
· media
spesial effect
Multimedia Communication
adalah penggunaan media (massa), seperti televisi, radio, media cetak dan
internet untuk mempublikasikan / menyiarkan / mengkomunikasikan material
advertising, publicity, entertaintment, news, education, dll. Dalam kategori
ini media yang digunakan adalah :
· TV
· Radio
· Film
· Media
Cetak
· Musik
· Game
· Entertainment
· Tutorial
· ICT
(Internet)
2. Media
Pembelajaran
Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran
adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku,
film, video dan sebagainya. Sedangkan, National Education Associaton (1969)
mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk
cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Dari ketiga
pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu
yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan
peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri
peserta didik. Jadi, apapun alat yang dapat membantu/mempermudah guru untuk
menyampaikan suatu konsep kepada siswa itu bisa di sebut media pembelajaran,
walaupun bisa berbentuk batu atau daun sekalipun. Apa lagi pada konsep-konsep
pelajaran kimia yang kompleks dan cenderung abstrak lebih banyak simbol-simbol
sehingga sangat sulit untuk memahaminya,maka sangat di butuhkan sebuah media
pembelajaran yang dapat membantu/mempermudah memahami kosep-konsep tersebut.
3. Landasan
Teoritis Penggunaan Media Pembelajaran
Menurut S Esa Kurnia
(2012) Pemerolehan pengetahuan dan ketrampilan, perubahan -
perubahan sikap dan perilaku dapat terjadi karena interaksi antara
pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah dialami sebelumnya. Menurut
Brunner dalam Media Pembelajaran mengatakan “ada 3 tingkatan utama modus
belajar, yaitu : pengalaman langsung (enactive), pengalaman pictorial / gambar
(iconic), dan pengalaman abstrak (symbolic).” Ketiga tingkatan
pengalaman itu saling berinteraksi dalam upaya memperoleh pengetahuan,
ketrampilan, dan sikap yang baru.
Agar proses belajar mengajar dapat berhasil dengan
baik, siswa sebaiknya diajak untuk memanfaatkan semua alat inderanya. Guru
berusaha untuk menampilkan rangsangan atau stimulus yang dapat diproses dengan
berbagai indera. Semakin banyak alat indera yang digunakan untuk menerima dan
mengolah informasi semakin besar kemungkinan informasi tersebut dimengerti dan
dapat dipertahankan dalam ingatan. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat
menerima dan menyerap dengan baik dan mudah pesan-pesan dalam materi yang
disajikan.
Levie dan Levie menyimpulkan bahwa stimulus visual
membuahkan hasil belajar lebih baik untuk tugas- tugas seperti mengingat,
mengenali, dan menghubungkan-hubungkan fakta dan konsep. Stimulus verbal
memberi hasil belajar yang lebih apabila pembelajaran itu melibatkan ingatan
berurut-urutan. Oleh sebab itu belajar dengan menggunakan indera ganda yaitu
pandang dan dengar akan memberi keuntungan bagi siswa. Siswa akan belajar lebih
banyak materi yang disajikan dengan stimulus pandang dan dengar.
Gambaran diatas sejalan dengan gambaran yang dibuat
oleh Edgar Dale. Dale memperkirakan bahwa pemerolehan hasil belajar melalui
indera pandang sekitar 75%, melalui indera dengar sekitar 13%, dan melalui
indera lainnya sekitar 12%. Para ahli menyimpulkan bahwa kurang lebih 90% dari
hasil belajar melalui indera pandang, 5% diperoleh melalui indera dengar , dan
5% lagi dari indera lainnya.
Hasil belajar seseorang diperoleh mulai dari
pengalaman langsung (konkret), kenyataan yang ada di lingkungan kehidupan
seseorang, kemudian melalui benda tiruan, sampai kepada lambang verbal
(abstrak). Semakin keatas dipuncak kerucut semakin abstrak media penyampaian
pesan itu. Pengalaman langsung akan memberikan kesan paling utuh dan paling
bermakna mengenai informasi dan gagasan yang terkandung dalam pengalaman itu.
Oleh karena ia melibatkan indera penglihatan, pendengaran, perasaan, penciuman,
dan peraba.
Berikut landasan teoritis penggunaan media
pembelajaran:
Penggunaan media dalam proses pembelajaran dimaksudkan
untuk meningkatkan kualitas prestasi belajar. Diharapkan proses pembelajaran
menjadi efektif, interaktif, dan efisien. Adapun beberapa landasan dalam
penggunaan media pembelajaran, adalah sebagai berikut:
1. Landasan Filosofis
Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya
berbagai jenis media hasil dari teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat
proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Bisa dikatakan, penerapan teknologi
dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Tetapi, siswa harkat
kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat
belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak
berarti dehumanisasi.
Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang
memiliki kepribadian, harga diri,motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang
berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau
tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan
humanis.
2. Landasan
Psikologis
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses
belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat
berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga
sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di
samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna
persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi
hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung
secara efektif.
Untuk maksud tersebut, perlu: (1) diadakan pemilihan
media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan
kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan diajarkan
disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan bahwa anak
akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak.
Dalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi
dalam meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran. Kehadiran media tidak saja
membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan nilai
tambah pada kegiatan pembelajaran.
3. Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek
perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan
sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan
terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk
menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan
mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu
mempunyai tujuan dan terkontrol.
Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah
dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang
telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta
dikombinasikan sehingga menjadisistem pembelajaran yang lengkap.
Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik,
dan latar.
4. Landasan Empiris
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat
interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa
dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan
yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan
karakteristik tipe atau gaya belajarnya.
Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih
memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti
gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar
auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman
suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua
tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual.
Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut,
maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru,
tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar,
karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
5. Landasan Historis
Yang dimaksud dengan landasan historis media
pembelajaran ialah rational penggunaan media pembelajaran ditinjau dari sejarah
konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran. Perkembangan konsep media
pembelajaran sebenarnya bermula dengan lahirnya konsepsi pengajaran visual atau
alat bantu visual sekitar tahun 1923 (Arip P Nugroho:2015).
4. Mafaat
Dan Kriteria Media Pembelajaran Yang Baik
Pemakaian media dalam pembelajaran banyak memberikan
manfaat pada proses pembelajaran itu sendiri. Dilihat dari manfaatnya, Hamalik
dalam Azhar Arsyad (2011: 15) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran
dalam proses belajar mengajar dapat membengkitkan keinginan dan minat baru,
membangkitkat motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh
psikologis terhadap siswa. Lebih lanjut, Azhar Arsyad (2011:16) menjelaskan
bahwa selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga
dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan
menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi.
Ibrahim dalam Azhar Arsyad (2011:16) pun menjelaskan betapa pentingnya media
pembelajaran karena “media pembelajaran membawa dan membangkitkan
rasa senang dan gembira bagi siswa dan memperbarui semangat mereka, membantu
memantapkan pengetahuan pada benak para siswa serta menghidupkan pelajaran”.
Kriteria media pembelajaran yang baik meliputi 4 hal utama, yaitu (Mulyantadan
M Marlong Leong, 2009:3) :
a. Kesesuaian
atau relevansi artinya media pembelajaran harus sesuai dengan kebutuhan
belajar, rencana kegiatan belajar, program kegiatan belajar, tujuan belajar dan
karakteristiksiswa.
b. Kemudahan
artinya semua isi pembelajaran melalui media harus mudah dimengerti, dipelajari
atau dipahami oleh siswa, dan sangat operasional dalam penggunaannya.
c. Kemenarikan
artinya media pembelajaran harus mampu menarik perhatian siswa, baik
tampilan, pilihan warna, maupun isinya.
d. Kemanfaatan
artinya isi dari media pembelajaran harus bernilai atau berguna, mengandung
manfaat bagi pemahaman materi pembelajaran serta tidak mubazir atau sia-sia
apalagi merusaksiswa.
Berdasarkan karakter dan fungsinya, media mempunyai
peranan yang cukup berarti dalam kegiatan pembelajaran kimia (Nahadi, 2007),
diantaranya:
a) Mengatasi
masalah keterbatasan ruang kelas dan masalah letak geografis
b) Mengatasi
gerak benda yang terlalu cepat
c) Memungkinkan adanya interaksi langsung antara siswa
dan lingkungannya.
d) Menghasilkan keseragaman pengamatan dan memberikan pengalaman
belajar
e) Membangkitkan keingintahuan kimia dan minat belajar
kimia
f) Membangkitkan motivasi dan merangsang siswa untuk
belajar kimia lebih aktif
Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung
di dalam kelas oleh siswa dalam pembelajaran kimia disebabkan oleh beberapa hal
yaitu: objek terlalu besar, objek terlalu kecil, objek terlalu lambat, objek
terlalu lambat, objek yang bergerak terlalu cepat, objek yang terlalu kompleks,
objek yang bunyinya halus, objek yang mengandung bahaya dan resiko tinggi.
Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua objek itu dapat disajikan
kepada siswa. Selain itu, jika siswa tidak mungkin dibawa ke objek langsung
yang dipelajari, maka Objeknyalah yang dibawa ke siswa. Objek ini diubah
menjadi miniatur, model, maupun bentuk gambar yang dapat disajikan secara audio
visual.
Contoh media pembelajaran kimia yang digunakan dalam
pembelajaran dapat berupa kartu game, papan deret Volta, atau dengan media
computer berbentuk animasi. Media pembelajaran kelarutan, hasil kali kelarutan,
dan koloid dapat menggunakan media komputer yang mendukung animasi sehingga
memudahkan siswa dalam pemahaman. Materi kelarutan dan hasil kali kelarutan
banyak terdapat konsep dan hitungan kimia sedangkan materi koloid berupa
konsep-konsep kimia. Media pembelajaran yang dapat digunakan berupa animasi
percobaan pada media komputer sehingga siswa memahami konsep-konsep. Selain
itu, animasi komputer tersebut dapat dilengkapi dengan soal-soal untuk melatih
pemahaman materi yang disajikan secara menarik sehingga mendorong siswa untuk
berlatih dengan suasana yang lebih menyenangkan.
Permasalahan :
1. Seperti yang kita ketahui bahwa banyak jenis
dari media yang dapat digunakan untuk mempermudah peserta didik dalam memahami
materi yang disampaikan oleh guru tersebut. Lalu adakah dampak buruk dari
penggunaan media yang tidak terkontrol?
Dan bagaimana cara mengatasinya?
Dan bagaimana cara mengatasinya?
2. Sebagai seorang guru sangat memerlukan media dalam
proses pembelajaran. Bagaimana kriteria pemilihan media yang tepat sehingga
dapat menarik perhatian siswa ? dan jelaskan ciri atau karakteristik media
pembelajaran yang baik digunaklan oleh seorang guru ?
Jawaban untuk permasalahan nomor 2
BalasHapusKriteria Dalam Pemilihan Media Pembelajaran
Dalam lembaga pendidikan formal, berbagai media pendidikan dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar, baik media jadi yang dibeli dari toko/pasar bebas maupun media yang dibuat sendiri, ataupun media yang disiapkan dan dikembangkan oleh sekolah sendiri.
Dalam hal ini guru haruslah pandai dalam memilih media apa yang sesuai dan cocok digunakan untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Untuk itu beberapa faktor dan kriteria yang perlu diperhatikan oleh guru dalam memilih dan menggunakan media, diantaranya :
1. Faktor tujuan.
Media dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan/ dirumuskan
2. Faktor Efektifitas.
Dari berbagai media yang ada, haruslah dipilih media yang paling efektif untuk digunakan dan paling tepat/sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan
3. Faktor kemampuan guru dan siswa.
Media yang dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan kemampuan yang ada pada guru dan siswa, sesuai dengan pola belajar serta menarik perhatian
4. Faktor fleksibilitas (Kelenturan), tahan lama dengan kenyataan.
Dalam memilih media haruslah dipertimbangkan kelenturan dalam arti dapat digunakan dalam berbagai situasi, tahan lama (tidak sekali pakai langsung dibuang), menghemat biaya dan tidak berbahaya sewaktu digunakan.
5. Faktor kesediaan media.
Sekolah tidak sama dalam menyediakan berbagai media yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar. Hal ini sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing sekolah. Misalnya guru membuat sensiri, membuat bersama-sama siswa, membeli, menyewa, dll
6. Faktor kesesuaian antara manfaat dan biaya.
Dalam memilih media haruslah dipertimbangkan apakah biaya pengadaannya sesuai dengan manfaat yang didapatkan
7. Faktor kualitas dan tehnik.
Dalam pengadaan media, seorang guru harus mempertimbangkan kualitas dari media tersebut, tidak sekedar bisa dipakai. Media yang bernutu/berkualitas bisa tahan lama (tidak mudah rusak), dan sewaktu-waktu digunakan lagi tidak harus mengusahakan yang baru.
8. Objektifitas.
Metode dipilih bukan atas kesenangan atau kebutuhan guru, melainkan keperluan sistem belajar. Karena itu perlu masukan dari siswa.
9. Program pengajaran
Program pengajaran yang akan disampaikan kepada anak didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik menyangkut isi, struktur maupun kedalaman.
10. Sasaran program
Media yang akan digunakan harus dilihat kesesuaiannya dengan tingkat pekembangan anak didik, baik dari segi bahasa, simbol-simbol yang digunakan, cara dan kecepatan maupun waktu penggunaannya.
Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 1
BalasHapusMenurut saya multimedia meruapak alat yang akan membantu siguru dalam menutupi kekurangannya dan membantu dalam menyampaikan materi kesiswa agar siswa dapat mrmahami materi dengan baik, jika multimedia yang dibuat tidak bisa dikelola guru tentu akan memberikan dampak yang buruk bagi siswa bahkan membuat siswa salah memahami konsep dari materi tersebut. Bahkan juga siswa akan menjadi tambah bingung dan membuat sidwa bosan dan tidak mau mengikuti pembelajaran sampai selesai. Cara mengatasi agar hal tersebut tidak terjadi tentu gurunya harus mengetahui prinsip-prinsip dari multimedia tersebut kemudian guru juga harus memilih multimedia yang sesuai tujuan dan materi yang hendak dicapai namun yang bisa dikelola atau dikontrol oleh gurunya sehingga nantinya tidak kewalahan dalam menerangkannya kesiswa. Kemudian sebelum menjelaskan kesiswa guri harus berlatih dulu dirumah agar apa yang hendak disampaikan tau urutannya
Menurut saya pemilihan media yang tepat yaitu harus sesuai dengan landasan2 multimedia itu sendiri, tidak menampilkan konten yang berlebihan dan tidak relevan dan bisa dicerna dengan baik oleh siswa
BalasHapusMenurut saya pemilihan media yang tepat yaitu harus sesuai dengan landasan2 multimedia itu sendiri, tidak menampilkan konten yang berlebihan dan tidak relevan dan bisa dicerna dengan baik oleh siswa
BalasHapus1. Faktor tujuan.
BalasHapusMedia dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan/ dirumuskan
2. Faktor Efektifitas.
Dari berbagai media yang ada, haruslah dipilih media yang paling efektif untuk digunakan dan paling tepat/sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan
3. Faktor kemampuan guru dan siswa.
Media yang dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan kemampuan yang ada pada guru dan siswa, sesuai dengan pola belajar serta menarik perhatian
4. Faktor fleksibilitas (Kelenturan), tahan lama dengan kenyataan.
Dalam memilih media haruslah dipertimbangkan kelenturan dalam arti dapat digunakan dalam berbagai situasi, tahan lama (tidak sekali pakai langsung dibuang), menghemat biaya dan tidak berbahaya sewaktu digunakan.
5. Faktor kesediaan media.
Sekolah tidak sama dalam menyediakan berbagai media yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar. Hal ini sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing sekolah. Misalnya guru membuat sensiri, membuat bersama-sama siswa, membeli, menyewa, dll
6. Faktor kesesuaian antara manfaat dan biaya.
Dalam memilih media haruslah dipertimbangkan apakah biaya pengadaannya sesuai dengan manfaat yang didapatkan
7. Faktor kualitas dan tehnik.
Dalam pengadaan media, seorang guru harus mempertimbangkan kualitas dari media tersebut, tidak sekedar bisa dipakai. Media yang bernutu/berkualitas bisa tahan lama (tidak mudah rusak), dan sewaktu-waktu digunakan lagi tidak harus mengusahakan yang baru.
8. Objektifitas.
Metode dipilih bukan atas kesenangan atau kebutuhan guru, melainkan keperluan sistem belajar. Karena itu perlu masukan dari siswa.
9. Program pengajaran
Program pengajaran yang akan disampaikan kepada anak didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik menyangkut isi, struktur maupun kedalaman.
10. Sasaran program
Media yang akan digunakan harus dilihat kesesuaiannya dengan tingkat pekembangan anak didik, baik dari segi bahasa, simbol-simbol yang digunakan, cara dan kecepatan maupun waktu penggunaannya.
Menurut saya pemilihan media yang tepat yaitu harus sesuai dengan landasan2 multimedia itu sendiri, tidak menampilkan konten yang berlebihan dan tidak relevan dan bisa dicerna dengan baik oleh siswa
BalasHapusBaiklah,ciri ciri media yang baik digunakan itu ialah
BalasHapus1.bersifat material
Material yang dimaksud di sini adalah memiliki wujud fisik terutama pada alat-alat peraga atau model seperti misalnya tengkorak manusia
2. Model dari suatu konsep atau gagasan tertentu
Ciri-ciri media pembelajaran berikutnya adalah media pembelajaran merupakan model terhadap suatu konsep atau suatu realitas tertentu yang sedang dipelajari di dalam mata pelajaran tertentu dalam suatu lingkungan pendidikan seperti sekolah dasar, sekolah menengah dan lain sebagainya. Oleh karena cenderung merupakan suatu model, maka media pembelajaran biasanya memiliki elemen visual atau audio atau kinestesis yang dapat mempermudah seorang siswa untuk belajar.
3.Interaktif
Media pembelajaran juga memiliki ciri-ciri interaktif, dalam arti dapat digunakan oleh siswa didik yang mengikuti pembelajaran yang diajarkan oleh guru dalam mata pelajaran tertentu.
4Reusable
Media pembelajaran juga memiliki ciri-ciri reusable, atau dapat digunakan kembali sehingga bukanlah merupakan barang yang habis pakai seperti misalnya makanan dan lain sebagainya. Sifat atau ciri-ciri ini dapat membantu kita dalam membedakan mana media pembelajaran dan mana yang merupakan realitas konkret dari abstraksi yang mendasari dari penggunaan media pembelajaran tersebut
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusMenurut saya untuk jawaban yg pertama saya rasa dampak nya tidak terlalu buruk karna disini media berperan sebagai pembantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Asalkan tidak keluar dari kriteria pembuatan media maka tidak akan menimbulkan masalah
BalasHapusMenurut saya multimedia meruapak alat yang akan membantu siguru dalam menutupi kekurangannya dan membantu dalam menyampaikan materi kesiswa agar siswa dapat mrmahami materi dengan baik, jika multimedia yang dibuat tidak bisa dikelola guru tentu akan memberikan dampak yang buruk bagi siswa bahkan membuat siswa salah memahami konsep dari materi tersebut. Bahkan juga siswa akan menjadi tambah bingung dan membuat sidwa bosan dan tidak mau mengikuti pembelajaran sampai selesai. Cara mengatasi agar hal tersebut tidak terjadi tentu gurunya harus mengetahui prinsip-prinsip dari multimedia tersebut kemudian guru juga harus memilih multimedia yang sesuai tujuan dan materi yang hendak dicapai namun yang bisa dikelola atau dikontrol oleh gurunya sehingga nantinya tidak kewalahan dalam menerangkannya kesiswa. Kemudian sebelum menjelaskan kesiswa guri harus berlatih dulu dirumah agar apa yang hendak disampaikan tau urutannya
BalasHapusMenurut saya multimedia meruapak alat yang akan membantu siguru dalam menutupi kekurangannya dan membantu dalam menyampaikan materi kesiswa agar siswa dapat mrmahami materi dengan baik, jika multimedia yang dibuat tidak bisa dikelola guru tentu akan memberikan dampak yang buruk bagi siswa bahkan membuat siswa salah memahami konsep dari materi tersebut. Bahkan juga siswa akan menjadi tambah bingung dan membuat sidwa bosan dan tidak mau mengikuti pembelajaran sampai selesai. Cara mengatasi agar hal tersebut tidak terjadi tentu gurunya harus mengetahui prinsip-prinsip dari multimedia tersebut kemudian guru juga harus memilih multimedia yang sesuai tujuan dan materi yang hendak dicapai namun yang bisa dikelola atau dikontrol oleh gurunya sehingga nantinya tidak kewalahan dalam menerangkannya kesiswa. Kemudian sebelum menjelaskan kesiswa guri harus berlatih dulu dirumah agar apa yang hendak disampaikan tau urutannya
BalasHapusDampak buruk jika media yang digunakan tidak terkontrol maka akan membuat proses belajar tidak berjalan dengan baik.
BalasHapusDampak buruk yang didapat misalnya seperti siswa tidak memperoleh ilmu yang seharusnya diajarkan. Dan hanya lewat saja.
BalasHapusCiri-ciri media yang baik adalah yang mengandung tujuan pembelajaran, menarik, dan simple.
BalasHapusDalam pengadaan media, seorang guru harus mempertimbangkan kualitas dari media tersebut, tidak sekedar bisa dipakai. Media yang bernutu/berkualitas bisa tahan lama (tidak mudah rusak), dan sewaktu-waktu digunakan lagi tidak harus mengusahakan yang baru.
BalasHapus